Pelatihan GIS ini dilaksanakan oleh Dinas CKPTR Provinsi Sulawesi Tengah dengan mengundang nara sumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, dan peserta dari Dinas Taata Ruang Kota Palu, Staf pada Dinas CKPTR serta dari beberapa instansi teknis lainnya yang dimotori oleh Bapak Umair Badjeber, Ah.T.
Pelaksanaan Pelatihan GIS ini sifatnya sangat mendasar, meskipun peserta pelatihan sudah sarjana seluruhnya, namun ada diantara peserta yang masih belum terbiasa dengan penggunaan aplikasi ArcGis 10.2. Sedangkan basis keilmuan setiap peserta sudah memiliki latar belakang teknis manajerial yang sangat baik, dan sebagian besar mengenal baik program ArcGis serta Autocad.
Pengenalan ArcGis 10.2 sebagai salah satu soft ware yang digunakan oleh Pemerintah Indonesia dari ESRI Internasional Amerika Serikat dalam mewujudkan one map policy melalui UU No. 4 Tahun 2011 tentang BIG, sebagai salah satu alat pendukung penyusunan tematik detail pada setiap holder yang berhubungan dengan pemetaan, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kota dan kecamatan sampai pada tingkat kelurahan dan desa.
Pelatihan dimulai hari Rabu, tanggal 22 November 2014 sampai dengan hari Rabu tanggal 3 Desember 2014, tetapi hari libur kerja tidak termasuk.
Beberapa materi yang dilatihkan kembali muai pengenalan soft ware ArcGis 10.2, teknik instalasi, pengenalan teknik georefferencing, teknik capture jpeg dari map GoogleEarth, Teknik digit on screen dan Teknik input data spasial.
Teknik input data spasial berbasis data GPS serta teknik lay out peta dan terakhir evaluasi seluruh teknik yang telah dilatihkan.
Beberapa teknik penting seperti geoproccessing dan topology sangat sulit dilaksanakan mengingat waktu yang diberikan sangat sempit, hanya 4 hari, sedangkan instalasi program saja perlu waktu sehari, menguasai georefference dan didit on screen perlu 2 hari, sudah dengan teknik lay out peta, sehingga geoproccessing yang melibatkan hasil digitasi berbagai tematik sebagai bahan baku teknik belum dikuasai secara maksimal oleh peserta.
Kekurangan waktu ini perlu diberikan pada kesempatan pelatihan pada tahap berikutnya secara rutin dan berkesinambnugan agar peserta dapat menguasai GIS sampai minimal pada tingkat analist peta.
Sukses GISSER Indonesia.